Gaya Busana Gaya BusanaPanduan ringkas untuk pembaca yang ingin paham tanpa bertele-tele.
general

Gaya Busana Murah yang Tetap Kece, Ini Trik yang Saya Praktikkan

Nugroho Mulyadi berbagi pengalaman dan trik berpenampilan stylish tanpa merogoh kocek dalam. Cocok untuk generasi 20-40 tahun yang sadar isi dompet.

18 Mar 2026 · 2 menit baca · oleh Redaksi Gaya Busana
Gaya Busana Murah yang Tetap Kece, Ini Trik yang Saya Praktikkan

Dulu saya pikir gaya busana mahal paling penting untuk keliatan keren. Tiga tahun tinggal di Pulausalando bikin saya belajar sebaliknya. Justru dari barang bekas hasil lemparan di lapak dekat pasar, saya mulai mengerti bahwa penampilan itu soal feeling dan komposisi, bukan harga. Saya bukan desainer, cuma orang biasa yang suka mencoba-coba, dan ternyata busana murah bisa dipakai untuk tampil beda asal kita tahu triknya.

Trik Thrifting dan Mix & Match

Setiap Sabtu pagi saya rutin ke pasar loak di pinggir kota. Di sana saya menemukan kemeja flanel seharga sepuluh ribu rupiah yang masih mulus. Setelah dicuci dan disetrika, saya padukan dengan celana jeans basic yang sudah saya punya sejak kuliah. Hasilnya? Tampilan kasual yang nyaman dan tidak norak. Kuncinya adalah memilih bahan yang masih layak—coba perhatikan jahitan, noda, dan bau. Saya juga sering menukar kancing atau menambahkan belt untuk memberi aksen baru.

Selain thrifting, saya memanfaatkan pola mix and match dengan warna netral. Hitam, putih, abu-abu, dan denim selalu menjadi pondasi. Beli satu atasan putih polos yang murah tapi berbahan katun tebal, lalu padankan dengan cardigan bekas yang saya remajakan dengan bros handmade. Orang sering mengira saya belanja di butik mahal, padahal total belanjaan saya di bawah lima puluh ribu rupiah.

Di komunitas online, saya sering melihat orang berbagi tips pakai outer atau lapisan luar untuk menyamarkan baju yang sudah lusuh. Jaket denim bekas yang dihias dengan patch sederhana juga jadi andalan. Saya sendiri senang membalut celana panjang murah dengan sabuk lebar, sehingga siluetnya lebih rapi. Intinya jangan takut mencoba kombinasi yang tidak biasa—busana murah memberi ruang untuk eksperimen tanpa rasa rugi besar Soal ini, saya pernah singgung di gaya busana wanita.

Satu sumber yang saya percaya adalah artikel Wikipedia tentang sejarah thrift shop yang menjelaskan bagaimana kebiasaan membeli pakaian bekas sudah lama menjadi bagian dari budaya berbusana di berbagai negara. Dengan informasi itu, saya merasa lebih percaya diri bahwa gaya murah bukanlah hal memalukan.

Penampilan bukan tentang seberapa banyak uang yang kita keluarkan, tapi seberapa cerdas kita memadukan warna, tekstur, dan aksesori. Saya mungkin tinggal di kota kecil, tapi lewat pasar loak dan lemari yang diutak-atik, saya bisa tampil seperti punya seratus baju baru setiap bulan. Cobalah, dompet Anda pasti berterima kasih.

alt deskriptif Indonesia: Tumpukan pakaian bekas rapi di lapak thrift

Referensi: sumber resmi

Tag: #gaya busana #busana murah #thrifting #fashion hemat #Pulausalando